Psikodiagnostik : Usaha untuk mengukur karakteristik individu melalui pengamatan terhadap gambaran eksternal, misalnya fisiognomi, kraniologi,grafologi studi tentang suara, cara berjalan, bergerak, dsb.
Kegunaan Psikodiagnostik :
1. Clinical setting (RS atau pusat kesehatan mental)
2. Legal setting (peradilan, LP atau tempat rehabilitasi)
3. Educational and vocational selection (pemilihan jurusan di SMA/K, Perguruan tinggi)
4. Research setting (pengembangan penelitian)
Istilah Psikodiagnostik pertama kali diperkenalkan oleh Herman Rorschach yang dimana menampilkan tesnya sebagai metode Psychodiagnostic (1921) -> Tes Rorschach (10 buah kartu yang bergambar percikan tinta hitam dan tinta warna).
Peneliti sebelumnya yang melakukan penelitian tentang bercak tinta :
· Alfred Binet tahun 1895
· Dearborn pada tahun 1896
· Whipple melakukan standarisasi 1 tahun 1910
· Herman Rorschach melakukan publikasi Tes Ro pada tahun 1921
Sejarah Tes Psikologi
| |
2200 SM
|
Pemerintahan kerajaan Cina mulai mengadakan tes seleksi penerimaan pegawai baru
|
Yunani Kuno
|
Kerajaan Yunani Kuno mulai mengadakan tes untuk evaluasi proses pendidikan
|
Abad Pertengahan
|
Universitas di Eropa mulai menggunakan test untuk pendidikan formal
|
1837
|
Seguin mempelopori pemberian pelatihan bagi penderita retardasi mental dan memberikan perhatian pada aspek diskriminasi sensoris dan pengembangan kendali motorik pada anak. Dasar ini kemudian menjadi dasar dari tes inteligensi non verbal
|
1838
|
Esquirol mempublikasikan Mental Retardation (MR) berdasarkan macam dan tingkat gangguannya
|
1884
|
Francis Galton mengadministrasikan test battery pertama untuk ribuan orang di International Health Exhibit
|
1890
|
James McKeen Cattel menggunakan istilah tes mental di dalam menggunakan alat tes battery yang diciptakan Galton
|
1897
|
Ebbinghaus mengembangkan tes aritmatic, memory span, dan sentence completion
|
1901
|
Clark Wissler menemukan fakta bahwa Brass Instrument tidak memiliki korelasi dengan pencapaian nilai akademik seseorang
|
1905
|
Binet dan Simon menemukan tes kecerdasan modern pertama
|
1913
|
Robert Yerkes menciptakan Army Alpha dan Army Beta untuk merekrut sukarelawan perang dunia pertama
|
1916
|
Lewis Terman merevisi alat tes Binet dan Simon maka lahirlah Stanford dan Binet
|
1917
|
Robert Woodworth menciptakan Personal Data Sheet, alat tes kepribadian yang pertama
|
1920
|
Rorschach Inkblot ditemukan oleh Herman Rorschach
|
1921
|
Psychological Corporation, peneliti utama dari alat-alat tes psikologi didirikan oleh Cattell, Thorndike dan Woodworth
|
1925
|
Berkembangnya SAT (Scholastic Aptitude Test) oleh Bingham dan teman-temannya dan dikembangkan kembali oleh Spearman, Thurstone, Kelly
|
1927
|
Edisi Pertama Strong Vocational Interest Blank diterbitkan
|
1939
|
Weschler Bellevue Intelegence Scale diterbitkan
|
1942
|
Minnesota Multiphasic Personality Inventory diterbitkan
|
1949
|
Weschler Intelegence Scale untuk anak-anak diterbitkan
|
Prinsip-prinsip Dalam Pelaksanaan Psikodiagnostik
1. Memberikan perlakuan yang sama pada semua individu yang hendak dites,
2. Ada kesadaran individu untuk menjalani psikodiagnostik, sebab jika tidak ada kesadaran, tentulah hasilnya tidak sesuai dengan tujuannya.
3. Tersedia sarana dan prasarana untuk pemeriksaan psikologis, misalnya ada macam-macam tes yang diperlukan; ruang pemeriksaan memadai, waktunya cocok dan cukup.
Proses dalam Psikodiagnostik
Meliputi dua hal, yakni:
1. Proses informal, melalui pandangan seseorang menilai individu dalam kesehariannya dan biasanya terjadi kesalahpahaman (kesan). Kesalahan yang umumnya terjadi dalam proses informal :
1) Kesalahan dari penilai
2) Kesalahan dari yang dinilai
2. Proses formal, melalui kegiatan yang sistematis dan terarah sehingga diperoleh data yang objektif dan akurat. Pendekatan dalam proses formal:
1) Pendekatan klinis
2) Pendekatan objektif
Syarat-syarat tes psikologis yang baik
Tes sebagai alat pembanding atau pengukur supaya dapat berfungsi secara baik haruslah memenuhi syarat-syarat tertentu. Adapun syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:
1. Valid
2. Reliabel
3. Distandardisasikan
4. Objektif
5. Diksriminatif
6. Komprehensif
7. Mudah digunakan
Jenis Tes Psikologi
1. Test WAIS (Weschler Intellegence Scale for Children)
Merupakan test yang digunakan untuk mengukur intelegensi seseorang dengan rentang usia 16-74 tahun. Kegunaan yaitu untuk Mental Deterioration (MD) yang mengalami penurunan perkembangan mental.
2. Test CFIT (Culture Fair Intellegence Test)
Digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Untuk membedakan tingkatan intelegensi, penetuan terapi yang benar serta program pendidikan sesuai karakter anak, dan hal-hal kepegawaian.
3. Test DAT (Differntial Applitude Test)
Test ini untuk mengukur bakat pada seseorang. Dapat membantu seseorang dalam membuat keputusan terhadap rencana-rencana baik kerja maupun sekolah, dapat pula untuk mendiagnosa masalah-masalah pendidikan pada anak
4. Test Kuder Preference Record Vocational
Digunakan untuk mengukur minat seseorang sehingga bisa ditentukan kualifikasi jabatan yang sesuai dengan minat.
5. Test Lee-Thorpe
Merupakan test yang digunakan untuk membantu individu dalam inventori minat jabatannya.
6. Test EPPS (Edward Personality Preference Schedule)
Merupakan test yang digunakan untuk mengukur kepribadian seseorang.
7. Test Standford Binet
Merupakan test intelegensi yang sasaran utamanya adalah anak-anak dan balita. Dengan test ini, dapat diketahui usia mental seseorang, termauk juga untuk mengetahui indikasi kelainan mental dari tingkatan IQ yang rendah dan juga untuk mengetahui tingkat kemunduran mental yang dialami orang dewasa.
Metode dan teknik Psikodiagnostika
Ada beberapa metode dalam psikodiagnostika, yaitu :
1. Observasi
2. Wawancara
3. Tes Psikologi
4. Analisa Dokumen & Riwayat Hidup
SYARAT TES YANG BAIK :
· Valid
· Reliabel
· Distandardisasi
· Obyektif
· Diskriminatif
· Komprehensif
· Mudah digunakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar